Yang Kami Lakukan

Pusat Rehabilitasi YAKKUM merupakan salah satu unit YAKKUM (Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum) yang berdiri pada tahun 1982 dengan mandat memastikan pemenuhan hak orang dengan disabilitas dengan layanan yang berkualitas, terjangkau dan terintegrasi. Kami berusaha untuk mendukung orang-orang penyandang disabilitas untuk memenuhi hak-hak mereka dengan membangun masyarakat yang inklusif melalui layanan yang berkualitas, terjangkau dan terpadu. Pekerjaan kami beroperasi di dalam kerangka Sustainble Development Goals (SDG).

×

Modal Header


Png, Jpg, Jpeg, Gif
Docx, PDF, Zip
Png, Jpg, Jpeg, Gif

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor. Aenean massa. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Donec quam felis, ultricies nec, pellentesque eu, pretium quis, sem. Nulla consequat massa quis enim. Donec pede justo, fringilla vel, aliquet nec, vulputate eget, arcu. In enim justo, rhoncus ut, imperdiet a, venenatis vitae, justo. Nullam dictum felis eu pede mollis pretium.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor. Aenean massa. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Donec quam felis, ultricies nec, pellentesque eu, pretium quis, sem. Nulla consequat massa quis enim. Donec pede justo, fringilla vel, aliquet nec, vulputate eget, arcu. In enim justo, rhoncus ut, imperdiet a, venenatis vitae, justo. Nullam dictum felis eu pede mollis pretium.

Berita / Cerita

Rayakan World Clubfoot Day 2026, 10 Anak di DIY Lulus Treatment Metode Ponseti

Melalui peringatan hari Clubfoot Sedunia World Clubfoot Day 2026 ini, Pusat Rehabilitasi YAKKUM melalui Program Peningkatan Layanan Clubfoot/CTEV dengan dukungan MiracleFeet didedikasikan untuk merayakan anak-anak tangguh yang akhirnya berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian protokol medis dan dinyatakan lulus treatment.

Komunitas Agama Tak Lepas dari Isu Kesehatan Mental: Pengalaman Penghayat Kepercayaan

Di tengah kehidupan masyarakat Yogyakarta yang dikenal ramah dan penuh keberagaman, komunitas Penghayat Kepercayaan ternyata masih menghadapi banyak persoalan. Tidak sedikit dari mereka yang hidup dalam perasaan takut, minder, dan memilih menyembunyikan identitas karena khawatir mendapatkan diskriminasi dari lingkungan sekitar. Persoalan ini bukan hanya soal keyakinan, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental dan rasa percaya diri mereka sebagai manusia.

Ketika Bunyi Kayu Tenun Kembali Bertalu di Bondo Kodi

Di sebuah tempat di Weekomboko, Desa Bondo Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, bunyi ritme kayu yang saling beradu kembali terdengar. Di bawah rumah panggung gedek beratapkan ilalang tinggi, seorang perempuan bernama Ribka sedang duduk berselonjor. Tangannya dengan lincah bergerak di antara helaian benang merah dan putih seperti bendera Indonesia, merajut motif-motif tebal di atas helaian kain. Di luar rumah, angin pesisir Sumba bertiup kering melewati rumput-rumput yang mengelilingi rumahnya. Bagi orang awam, pemandangan Ribka menenun di depan rumah ini mungkin terlihat biasa. Namun bagi warga Weekomboko, setiap hentakan alat tenun kayu itu adalah bunyi perayaan atas kembalinya sebuah martabat.

Kado Terindah di Usia 4 Tahun: Perjuangan Alesha Pulih dari Clubfoot/CTEV

Memiliki buah hati dengan kondisi Clubfoot/CTEV atau yang sering dikenal dengan kaki pengkor tentu menjadi ujian kesabaran bagi orang tua. Inilah yang dirasakan oleh Bunda Vidi saat putri kecilnya, Alesha, didiagnosis mengalami Clubfoot/CTEV bilateral (kedua kaki) sejak lahir.

Berita dan cerita lainnya
UNTUK UPDATE TERBARU SILAHKAN SIGN UP EMAIL ANDA