Rayakan World Clubfoot Day 2026, 10 Anak di DIY Lulus Treatment Metode Ponseti

Selasa, 09 Juni 2026

Yogyakarta, 7 Juni 2026 – Pusat Rehabilitasi YAKKUM, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DIY, menyelenggarakan kegiatan dalam rangka Peringatan Hari Clubfoot Sedunia (World Clubfoot Day) 2026. Dengan mengusung semangat "See Early, Treat Early, RunFree" untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan dukungan kepada orang tua dan keluarga anak dengan CTEV. Acara ini dihadiri oleh Enaryaka, S.Kep.NS., M.M. Kepala Seksi Kepesertaan dan Pengembangan Jaminan Kesehatan Sosial, Balai Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial (Bapel Jamkesos), Pemerintah Daerah, akademisi, dan Kegiatan juga diikuti oleh 18 Anak dan 36 Orang Tua/Caregiver.

Melalui peringatan hari Clubfoot Sedunia World Clubfoot Day 2026  ini, Pusat Rehabilitasi YAKKUM melalui Program Peningkatan Layanan Clubfoot/CTEV dengan dukungan MiracleFeet didedikasikan untuk merayakan anak-anak tangguh yang akhirnya berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian protokol medis dan dinyatakan lulus treatment

Dukungan kuat dari Kepala Seksi Kepesertaan dan Pengembangan Jaminan Kesehatan Sosial, Balai Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial ditegaskan langsung oleh Enaryaka, S.Kep.NS., M.M. yang menyatakan bahwa peringatan Hari Clubfoot Sedunia (World Clubfoot Day) menyampaikan dukungan dan apresiasi kepada teman-teman Pusat Rehabilitasi YAKKUM yang telah memfasilitasi komunitas ini. 

“Dinas Kesehatan DIY melalui Balai Pelayanan Jaminan Kesehatan Sosial terus memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui Program Jaminan Kesehatan Terpadu dan layanan reguler di puskesmas maupun rumah sakit. Selain itu, tersedia dukungan akses alat bantu dan layanan rehabilitasi yang dilaksanakan bekerja sama dengan berbagai mitra, termasuk Pusat Rehabilitasi YAKKUM”.

Koordinator Program Rehabilitasi Berbasis Masyarakat Pusat Rehabilitasi YAKKUM menjelaskan keberhasilan anak dengan clubfoot untuk tumbuh aktif dan mandiri tidak hanya ditentukan oleh layanan medis, tetapi juga oleh dukungan kuat dari orang tua dan keluarga. “Ada satu pembelajaran penting yang kami temukan selama mendampingi anak-anak. Dukungan berupa sepatu koreksi, tindakan medis, maupun layanan yang diberikan melalui program pemerintah tentu sangat penting. Akan tetapi, keberhasilan anak-anak untuk dapat berjalan, bermain, dan berlari dengan baik tidak terlepas dari dukungan luar biasa dari orang tua dan keluarga”, Ungkap Christian Pramudya dalam sambutannya.

Kegiatan pagi ini juga menjadi Prosesi Wisuda Clubfoot Sebanyak 10 Anak beserta para orang tua yang telah berkomitmen penuh menyelesaikan seluruh rangkaian protokol medis metode Ponseti hingga dinyatakan lulus. “Saya merasakan perubahan besar pada anak saya yang lahir dengan CTEV setelah menjalani terapi gips, tenotomi, dan penggunaan brace selama hampir empat tahun melalui pendampingan YAKKUM dan Miracle Feet, hingga kini ia dapat berjalan dan beraktivitas seperti anak-anak lainnya.” ucap Widi Ningsih, orang tua Alesha Satria Aviora dari Sedayu, Bantul.

Kegiatan pada hari ini ditutup dengan adanya seminar Gathering Anak dengan Clubfoot mengusung tema “Kisah Jejak Langkahku menuju Run Free 2030” yang melibatkan  dokter orthopedi RSUD Sleman dan Wakil Perkumpulan Ahli Bedah Orthopedi Indonesia (PABOI) DIY dr. Risa Dumastoro, Sp.OT. “Program Good Feet at Four dikembangkan untuk memastikan anak dengan clubfoot mendapatkan pemantauan hingga usia empat tahun guna mencegah kekambuhan, sekaligus mendorong orang tua tetap konsisten menggunakan brace dan berbagi pengalaman kepada keluarga lain yang menghadapi kondisi serupa”, Ungkap dr. Risa Dumastoro dalam paparannya.

Kemitraan bersama antara Pusat Rehabilitasi YAKKUM dengan MiracleFeet, fasilitas kesehatan, pemerintah, pemangku kepentingan dan orang tua/caregiver menunjukkan komitmen kolektif dalam mengoptimalkan layanan penanganan clubfoot yang inklusif. 

Diunggah pada: 9 Juni 2026