
Pusat Rehabilitasi YAKKUM percaya bahwa Orang Dengan Disabilitas dapat meraih kemandirian baik secara ekonomi, fisik maupun sosial. Salah satu dukungan yang diberikan Pusat Rehabilitasi YAKKUM bagi Orang Dengan Disabilitas adalah melalui pelayanan alat bantu mobilitas.
Alat bantu mobilitas dibuat di dalam sentra dengan tenaga yang sudah berpengalaman dalam bidang Prosthetic dar Orthotic. Proses pembuatan alat bantu sendiri selalu diawal dengan assessment dan pengukuran sehingga sesuai dengar ukuran masing-masing kelayan. Setelah alat bantu selesa diproduksi, proses pengepasan dan pelatihan penggunaan ala bantu juga akan menjadi tanggung jawab tenaga prosthetic dan orthotic Pusat Rehabilitasi YAKKUM.
Berbagai bentuk pelayanan yang kami tawarkan adalah:
• Melayani pembuatan anggota gerak atas dan bawah.
• Melayani pembuatan ortosis tulang belakang dan anggota gerak.
• Melayani alat bantu jalan seperti tongkat, walker, brace/penyangga kaki dan sepatu khusus
(orthopedic shoes).
• Melayani pekerjaan reparasi alat bantu mobilitas.
• Melayani pembuatan modifikasi kursi roda.
• Melayani pembuatan modifikasi sepeda motor roda tiga.
Keunggulan produk kami:
• Bahan baku yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan pasien sehingga
umur pakai dapat tahan lama.
• Harga yang kami tawarkan terjangkau.
• Alat bantu nyaman dan tahan lama.
• Bergaransi.
Akses terhadap informasi memang menjadi semakin mudah, termasuk informasi tentang kesehatan mental. Kita menjadi terbiasa dengan berbagai istilah diagnosa klinis yang sebelumnya hanya dibicarakan pada tataran medis, sekarang seakan menjadi tren, istilah gangguan kesehatan mental sering menjadi topik yang bermunculan di beranda sosial media kita. Tetapi keterbukaan informasi ini bak pisau bermata dua, yang kerap membuat remaja saat ini menjadi rentan terhadap distorsi informasi yang bisa mengaburkan esensi dari pemulihan itu sendiri.
Di tanah Nias yang dikenal dengan lompat batunya, di balik label wilayah "3T" yang menyematkan predikat Terdepan, Terluar, dan Tertinggal, tersimpan sebuah realitas yang jarang tersorot lampu kamera milik media massa. Di sebuah sudut Desa Loloanaâa Lolomoyo, ada cerita-cerita yang tenggelam di antara pecahan ombak dan rimbunnya kebun; cerita tentang kawan difabel yang "tak terlihat" meski berada di tengah keramaian.
"Saya ingin menekankan bahwa penelitian ini memiliki potensi besar untuk menjadi model yang berkualitas tinggi, bahkan dapat dicontoh secara global", tutur dr. Imran Pambudi, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan, Kementerian Kesehatan RI.
Proyek ASIK akan menggunakan pendekatan ekosistem secara menyeluruh terhadap kesehatan mental yang mempertimbangkan; lingkungan individu dan interaksi social, faktor penentu sosial, mencegah resiko dengan potensi di sekolah, keluarga dan masyarakat, dengan melibatkan semua sektor agar bersinergi dalam berbagai program untuk memastikan dukungan yang komprehensif