
"Bekerja di Pusat Rehabilitasi YAKKUM memungkinkan saya untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan kehidupan orang-orang di luar sana, selain itu saya juga bersyukur bisa bekerja di lingkungan yang sangat mendukung dimana pekerjaan saya dihargai dan saya didukung untuk mengembangkan keterampilan saya."
- Adit, Staf Infokom & Admin di Pusat Rehabilitasi YAKKUM
Di Pusat Rehabilitasi YAKKUM, staf kami adalah salah satu aset terbesar yang kita punya. Kami percaya bahwa perekrutan, retensi dan pelatihan staf yang berhasil sangatlah penting untuk kesuksesan organisasi.
Difabel sangat dianjurkan untuk mengajukan lamaran pada posisi yang diiklankan
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Hai, Kawan Inklusi yang peduli pada isu inklusi disabilitas!
Pusat Rehabilitasi YAKKUM lagi buka kesempatan buat kamu yang ingin jadi bagian pembawa perubahan di dunia inklusi.
Kami lagi mencari Kawan Inklusi untuk mengisi posisi di Staf Keuangan dan Fisioterapis nih!
Kirim dokumen lamaranmu ke hrdpry@gmail.com dan jangan lupa cc ke one.map.recruit@gmail.com ya!
Deadline sampai 15 April 2025. Kami tunggu!
Punya pertanyaan? Chat kami di WhatsApp 082134891641





PROGRAM DIGNITY (Disability Inclusion Through Strengthening Local to National Capacity and Policy) INKLUSI adalah program berskala nasional yang berfokus dalam mewujudkan inklusi disabilitas melalui penguatan kapasitas dan kebijakan dari level lokal hingga nasional.
Awalnya, Bu Naning dan guru-guru di KB Mumtazah tidak sepenuhnya memahami konsep anak berkebutuhan khusus. Mereka pernah mengira bahwa anak berkebutuhan khusus cukup dikenali dengan perbedaan ciri fisik. Sementara, dalam pengalaman sehari-hari, guru-guru pernah menghadapi anak yang menunjukkan perilaku agresif, dan terlambat bicara. Anak itu dilabeli "nakal" atau "gak bisa diatur". Guru-guru belum mengerti bagaimana menghadapi situasi tersebut. Akhirnya keluarga membawa anaknya keluar dari sekolah.
Ratusan tenaga kesehatan (nakes) baru saja dilepas menuju titik-titik bencana di Aceh, Sumatera Utara. Langkah cepat pemerintah ini tentu patut kita acungi jempol di tengah puing dan darurat, kecepatan memang seringkali menjadi penentu hidup dan mati.
Studi Percontohan untuk Pengembangan Peta Kesehatan Jiwa di Indonesia, selanjutnya secara ringkas disebut One Map for Mental Health Atlas (OMMHA) diinisiasi untuk mengembangkan sistem data layanan kesehatan jiwa yang terintegrasi secara vertikal dan akan menampilkan peta layanan Kesehatan jiwa di Kabupaten Kebumen, sebagai salah satu upaya untuk menjawab tantangan tersebut.