Prostetik dan Ortotik

Prostetik dan Ortotik

“Rasanya seperti mimpi buruk saat anak laku-laki saya kehilangan kakinya 6 tahun lalu wakti kami kecelakaan. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana ia tumbuh setelah kejadian itu. Saat seseorang mengenalkan kami kepada YAKKUM, hal itu terasa seperti keajaiban bagi kami. Anak saya mendapat kaki palsu dan fisioterapi, dan hal itu sudah merubah kehidupan kami.”

- Maryani, ibu dari anak yang kehilangan kakinya dalam kecelakaan bermotor


Unit Prostetik dan Ortotik Pusat Rehabilitasi YAKKUM telah membuat alat bantu berkualitas tinggi selama lebih dari 30 tahun. Teknisi kami yang terampil dan berpengalaman mampu untuk membuat beragam alat bantu, prostetik dan ortotik.

Tempat produksi kami berlokasi di kantor kami di Yogyakarta, tetapi kami juga menyediakan layanan akomodasi dan makan yang tersedia bagi klien dari luar kota yang ingin mengunjungi dan memesan alat bantu di tempat kami.

Layanan yang kami sediakan

Di Unit Prostetik Ortotik Pusat Rehabilitasi YAKKUM, kami mampu membuat beragam jenis alat bantu bagi orang-orang di seluruh penjuru Indonesia terdiri dari:

  • Kruk modifikasi, walker, dan tongkat netra
  • Kursi roda
  • Prostetik, termasuk atas lutut, bawah lutut, atas siku, bawah siku, exoskeletal dan endoskeletal
  • Ortotik yang meliputi; ankle splint, hand splint, brace, korset MSO dan TLSO, etc
  • Sepatu ortopedik
  • Modifikasi sepeda motor, termasuk sespan dan modifikasi roda 3


Komponen bagi produsen alat bantu

Kami juga memproduksi komponen alat bantu berkualitas tinggi di tempat produksi kami di Yogyakarta. Ragam komponen yang kami produksi meliputi:

  • Lock braces
  • Ankle braces
  • Upper and lower bars
  • Rubber feet

Jika anda adalah individu atau organisasi yang membutuhkan dan memproduksi alat bantu, silahkan hubungi kami di (0274) 895386 untuk melihat bagaimana komponen buatan lokal kami dapat membantu usaha anda.

Bagaimana layanan ini dapat meningkatkan kehidupan penyandang disabilitas

Dalam memberikan pelayanan dalam bidang Prostetik dan Ortotik kami mendasarkan kerja kami pada panduan Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas (CRPD) United Nations, yang mana Indonesia telah ikut serta menandatanganinya, terutama Pasal 20 – Mobilitas Pribadi, yang menyatakan "... Para Pihak harus mengambil langkah-langkah efektif untuk memastikan mobilitas pribadi dengan kemungkinan kemandirian terbesar untuk penyandang disabilitas ..."

Alat bantu sangatlah penting untuk meningkatkan mobilitas dan kemandirian seseorang. Selain itu dengan alat bantu, penyandang disabilitas mampu mendapatkan akses untuk pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan meningkatkan inklusi sosial di masyarakat.

Apa saja yang sudah dicapai Unit Prostetik dan Ortotik kami

Kami telah memproduksi alat bantu sejak tahun 1984. Tahun kemarin, Unit Prostetik dan Ortotik kami telah membantu lebih dari 1000 orang dari penjuru Indonesia untuk meningkatkan mobilitas dan kemandirian mereka melalui produksi:

  • 489 Ortotik
  • 235 Alat bantu
  • 103 Prostetik
  • 68 Sepatu ortopedik

Hubungi Unit Prostetik dan Ortotik kami

Jika anda atau salah satu anggota keluarga anda membutuhkan alat bantu yang sesuai dengan kebutuhan untuk meningkatkan mobilitas pribadi dan kemandirian, atau jika anda adalah individu atau organisasi yang memproduksi alat bantu dan tertarik dengan komponen buatan lokal kami, silahkan menghubungi tim kami yang ramah dan professional melalui:

Telepon: (0274) 895386
Email: support@pryakkum.org
Facebook, Instagram, Twitter: @PRYAKKUM

 

Didukung oleh:

ALTSO logo

 

×

Modal Header


Png, Jpg, Jpeg, Gif
Docx, PDF, Zip
Png, Jpg, Jpeg, Gif

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor. Aenean massa. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Donec quam felis, ultricies nec, pellentesque eu, pretium quis, sem. Nulla consequat massa quis enim. Donec pede justo, fringilla vel, aliquet nec, vulputate eget, arcu. In enim justo, rhoncus ut, imperdiet a, venenatis vitae, justo. Nullam dictum felis eu pede mollis pretium.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor. Aenean massa. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Donec quam felis, ultricies nec, pellentesque eu, pretium quis, sem. Nulla consequat massa quis enim. Donec pede justo, fringilla vel, aliquet nec, vulputate eget, arcu. In enim justo, rhoncus ut, imperdiet a, venenatis vitae, justo. Nullam dictum felis eu pede mollis pretium.

Berita / Cerita

Dengan dukungan tepat, Yusnita ubah hidupnya

Yusnita pernah mengalami depresi yang membuat kondisinya berubah secara ekstrim. Depresi terkadang membuatnya hanya berdiam di rumah dan tidak melakukan apapun atau justru membuatnya melakukan hal-hal yang dapat membahayakan dirinya. Sekarang, Yusnita telah menjadi pribadi yang mandiri dan menekuni pekerjaannya.

Erico adalah contoh nyata

Erico yang berumur delapan belas tahun saat ini bercita-cita menjadi seorang pengusaha yang sukses agar ia mampu mempekerjakan penyandang disabilitas nantinya. Erico terlahir dengan kondisi kongenital yang mengakibatkan ia tidak mempunyai dua bagian bawah kaki dan telapak kaki. Awalnya kedua orang tuanya tidak tahu bagaimana menangani kondisinya, namun saat orang tuanya membawa ia ke Rumah Sakit Bethesda, dokter disana merujuk Erico ke Pusat Rehabilitasi YAKKUM (PRY).

Gempa bumi tidak akan mampu menghentikan Sulistyo

Setelah mengalami luka-luka selama gempa Yogyakarta 2006, Sulistyo yang berusia 18 tahun terus berusaha untuk menjalani hidup sesuai persyaratannya. Sulistyo tinggal di Prambanan, salah satu daerah yang paling parah terkena dampak. Dia baru berusia 7 tahun pada saat gempa, tapi dia ingat bahwa dia berusaha melarikan diri dan menyelamatkan nyawanya. Tiba-tiba, sesuatu jatuh dari atap dan menabrak tubuhnya dan dia tidak bisa merasakan kakinya.

Hardiyo membangun kebersamaan

Bagi Hardiyo (51 tahun), bukan hal yang mudah untuk menerima kenyataan bahwa ia adalah seorang penyandang disabilitas. Ia mengalami paraplegia pada tahun 1992 dan sejak saat itulah, ia memutuskan untuk menghabiskan waktunya di dalam rumah. Selama 20 tahun, Hardiyo menutup diri dari lingkungan sosialnya. Di tahun 2012, Pusat Rehabilitasi YAKKUM (PRY) menginisiasi sebuah program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas di wilayah Gunungkidul. Saat itulah, PRY bertemu dengan Hardiyo.

Berita dan cerita lainnya
UNTUK UPDATE TERBARU SILAHKAN SIGN UP EMAIL ANDA