
“Rasanya seperti mimpi buruk saat anak laki-laki saya kehilangan kakinya 6 tahun lalu wakti kami kecelakaan. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana ia tumbuh setelah kejadian itu. Saat seseorang mengenalkan kami kepada YAKKUM, hal itu terasa seperti keajaiban bagi kami. Anak saya mendapat kaki palsu dan fisioterapi, dan hal itu sudah merubah kehidupan kami.”
- Maryani, ibu dari anak yang kehilangan kakinya dalam kecelakaan bermotor
Unit Prostetik dan Ortotik Pusat Rehabilitasi YAKKUM telah membuat alat bantu berkualitas tinggi selama lebih dari 30 tahun. Teknisi kami yang terampil dan berpengalaman mampu untuk membuat beragam alat bantu, prostetik dan ortotik.
Tempat produksi kami berlokasi di kantor kami di Yogyakarta, tetapi kami juga menyediakan layanan akomodasi dan makan yang tersedia bagi klien dari luar kota yang ingin mengunjungi dan memesan alat bantu di tempat kami.
Di Unit Prostetik Ortotik Pusat Rehabilitasi YAKKUM, kami mampu membuat beragam jenis alat bantu bagi orang-orang di seluruh penjuru Indonesia terdiri dari:
Komponen bagi produsen alat bantu
Kami juga memproduksi komponen alat bantu berkualitas tinggi di tempat produksi kami di Yogyakarta. Ragam komponen yang kami produksi meliputi:
Jika anda adalah individu atau organisasi yang membutuhkan dan memproduksi alat bantu, silahkan hubungi kami di (0274) 895386 untuk melihat bagaimana komponen buatan lokal kami dapat membantu usaha anda.
Dalam memberikan pelayanan dalam bidang Prostetik dan Ortotik kami mendasarkan kerja kami pada panduan Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas (CRPD) United Nations, yang mana Indonesia telah ikut serta menandatanganinya, terutama Pasal 20 – Mobilitas Pribadi, yang menyatakan "... Para Pihak harus mengambil langkah-langkah efektif untuk memastikan mobilitas pribadi dengan kemungkinan kemandirian terbesar untuk penyandang disabilitas ..."
Alat bantu sangatlah penting untuk meningkatkan mobilitas dan kemandirian seseorang. Selain itu dengan alat bantu, penyandang disabilitas mampu mendapatkan akses untuk pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan meningkatkan inklusi sosial di masyarakat.
Kami telah memproduksi alat bantu sejak tahun 1984. Tahun kemarin, Unit Prostetik dan Ortotik kami telah membantu lebih dari 1000 orang dari penjuru Indonesia untuk meningkatkan mobilitas dan kemandirian mereka melalui produksi:
Jika anda atau salah satu anggota keluarga anda membutuhkan alat bantu yang sesuai dengan kebutuhan untuk meningkatkan mobilitas pribadi dan kemandirian, atau jika anda adalah individu atau organisasi yang memproduksi alat bantu dan tertarik dengan komponen buatan lokal kami, silahkan menghubungi tim kami yang ramah dan professional melalui:
Telepon: (0274) 895386
Email: support@pryakkum.org
Instagram: @pryakkum
Facebook: Pusat Rehabilitasi YAKKUM
Didukung oleh:

Awalnya, Bu Naning dan guru-guru di KB Mumtazah tidak sepenuhnya memahami konsep anak berkebutuhan khusus. Mereka pernah mengira bahwa anak berkebutuhan khusus cukup dikenali dengan perbedaan ciri fisik. Sementara, dalam pengalaman sehari-hari, guru-guru pernah menghadapi anak yang menunjukkan perilaku agresif, dan terlambat bicara. Anak itu dilabeli "nakal" atau "gak bisa diatur". Guru-guru belum mengerti bagaimana menghadapi situasi tersebut. Akhirnya keluarga membawa anaknya keluar dari sekolah.
Ratusan tenaga kesehatan (nakes) baru saja dilepas menuju titik-titik bencana di Aceh, Sumatera Utara. Langkah cepat pemerintah ini tentu patut kita acungi jempol di tengah puing dan darurat, kecepatan memang seringkali menjadi penentu hidup dan mati.
Studi Percontohan untuk Pengembangan Peta Kesehatan Jiwa di Indonesia, selanjutnya secara ringkas disebut One Map for Mental Health Atlas (OMMHA) diinisiasi untuk mengembangkan sistem data layanan kesehatan jiwa yang terintegrasi secara vertikal dan akan menampilkan peta layanan Kesehatan jiwa di Kabupaten Kebumen, sebagai salah satu upaya untuk menjawab tantangan tersebut.
Every Life Matters (ELM) adalah sebuah inisiatif yang bertujuan memastikan orang dengan disabilitas, khususnya disabilitas psikososial, dapat menikmati hak kesehatan secara penuh dalam lingkungan yang inklusif, bermartabat, dan bebas stigma.