Kolaborasi Multi Pihak untuk Mengurangi Ketidaktahuan dan Menguatkan Layanan Kesehatan Jiwa di Kebumen

Kamis, 08 Januari 2026

Kebumen, 30 Desember 2025, Pusat Rehabilitasi YAKKUM (PRYAKKUM) Yogyakarta menyelenggarakan Kick Off kegiatan Pembangunan One Map for Mental Health Atlas (OMMHA) atau Peta Layanan Kesehatan Mental Kabupaten Kebumen. Acara ini dihadiri oleh Kepala BAPERIDA Kabupaten Kebumen, Bahrun Munawir, S.STP., M.Si yang mewakili Bupati Kebumen, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dr. Iwan Danardono, Sp. Rad, Jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kebumen dan organisasi masyarakat dan komunitas pegiat isu Kesehatan jiwa. Kegiatan ini bertujuan untuk menandai dimulainya penelitian One Map for Mental Health sekaligus memastikan dukungan jajaran Pemerintah Daerah dalam pelaksanaannya.

Kepala BAPERIDA menjelaskan bahwa kegiatan ini akan membawa kemanfaaatan bagi masyarakat Kebumen dan nantinya optimis bahwa keluaran dari penelitian ini akan menjadi percontohan di Provinsi Jawa Tengah maupun di Indonesia.

“Isu kesehatan jiwa menjadi sesuatu yang dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Kami dari Pemerintah Daerah menyambut baik penelitian ini yang akan difokuskan di Kabupaten kebumen, Kami berharap program ini betul-betul dapat menjadi percontohan baik di Jawa Tengah maupun di Indonesia. Isu Kesehatan jiwa tidak bisa ditangani sendiri-sendiri tapi menjadi tugas banyak pihak dan kami berharap hasil penelitian ini dapat dibagikan untuk menguatkan layanan kesehatan jiwa di Kebumen”.

Kegiatan ini dihadiri 122 peserta yang terdiri dari perwakilan Pemerintah Daerah, Direktur Rumah Sakit, Kepala Puskesmas, programmer jiwa dan komunitas pegiat isu kesehatan jiwa di seluruh Kebumen yang nantinya akan menjadi mitra kerja dalam pelaksanaan penelitian OMMHA ini.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dr. Iwan Danardono, Sp.Rad dalam sambutannya juga menyatakan pentingnya penelitian yang akan dilaksanakan ini mengingat trend kondisi orang dengan gangguan jiwa yang semakin meningkat setiap tahunnya.

“Di kabupaten Kebumen jumlah ODGJ berat semakin bertambah, dan ditahun 2025 ini ada sejumlah 4781 jiwa yang teridentifikasi memiliki kondisi gangguan Kesehatan jiwa. Kami sudah melalkukan berbagai program yang dilakukan di berbagai tingkatan. salah satunya melalui kolaborasi lintas sektor dalam bentuk adanya TPKJM Tingkat Kabupaten. Harapan kami nantinya akan ada output yang dapat dimanfaatkan bersama untuk mengurangi angka permasalahan dan menguatkan layanan Kesehatan jiwa di kabupaten Kebumen”.

Chatarina Sari, SE, Direktur Pusat Rehabilitasi YAKKUM dalam sambutannya juga menuturkan bahwa isu Kesehatan jiwa menjadi tantangan nyata baik gangguan kesahatan jiwa ringan sampai dengan gangguan jiwa berat dan menjadi keprihatinan bersama.

“Kegiatan pagi ini betujuan untuk mengembangkan layanan kesehatan layanan mental dan untuk menunjukkan layanan berbasis bukti terutama bagi jajaran Pemerintah Daerah kabupaten Kebumen agar dapat menyediakan layanan yang sesuai.  Dengan adanya  dukungan dari Pemerintah, kami berharap Kebumen dapat mejadi contoh sukses layanan Kesehatan jiwa untuk menginspirasi dan dapat direplikasi di wilayah lain. Melalui pertemuan ini kami berharap kita dapat menyatukan persepsi dan secara kolaboratif nantinya akan dapat menyediakan layanan yang lebih komprehensif, inklusif dan berkelanjutan bagi penyandang disabilitas mental khususnya di Kabupaten kebumen”.

Tim Peneliti BRIN Bapak dr. Irmansyah, Sp.Kj(K) juga menjelaskan bagaimana metode yang digunakan dalam program OMMHA.

“Desain OMHHA ini unik karena sangat komprehensif. Penelitian yang dianjurkan di BRIN adalah yang berdampak dan bisa memiliki dampak. Selama ini penelitian selalu berada sangat jauh sekali, dan hasilnya publikasi jurnal dan dampak di masyarakat mungkin baru dirasakan setelah sekian lama. Disini kita coba melakukan sesuatu yang namanya implementation research, jadi implemantasi dari sebuah program atau dari inovasi yang sudah ada dan dikawal dengan perencanaan dari awal, sehingga pada saat ini selesai, bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.” 

“Harapannya kemudian ini bisa menjadi sebuah percontohan di kabupaten kebumen untuk membuat atlas layanan Kesehatan jiwa. Apa yang kita lakukan adalah memetakan jenis-jenis layanan kesehatan jiwa. Harapannya masyarkat bisa memanfaatkan dan menjadi lebih tahu jenis layanan kesehatan jiwa di Kabupaten Kebumen”. Tutup Eviana Hapsari Dewi, MPH selaku  koordinator program OMHHA.
 

Ditulis oleh

Birgitta Anggre Hapsari 

Pekik Joko Sundang 

6 Januari 2026