Masruhan adalah sosok aktivis disabilitas asal Desa Krendetan, Purworejo. Di akhir tahun 2021, ia mendirikan Kelompok Disabilitas Desa (KDD) Difa Mandiri bersama pemerintah Desa Krendetan dengan dukungan DPO Bagelen dan Pusat Rehabilitasi YAKKUM. Ia sadar bahwa tentu tidak mudah untuk membangun pemahaman yang sama kepada para anggota tentang pentingnya organisasi ini sehingga mereka dapat lebih berdaya dan memperjuangkan hak-hak mereka. Beberapa anggota bahkan masih menganggap diri mereka sendiri sebagai kelompok yang membutuhkan bantuan dan belas kasihan. Masruhan lantas tergerak melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah untuk meningkatkan kesadaran dan mengubah stigma diri para anggotanya.
Proses pemulihan Orang dengan Disabilitas Psikososial tidak terlepas dari peran keluarga. Dukungan keluarga sangat penting dan diperlukan orang dengan disabilitas psikososial untuk memotivasinya dalam proses perawatan, pengobatan hingga sosialnya.
Buku "Rehabilitasi Berbasis Masyarakat untuk Disabilitas Psikososial" disusun berdasarkan pengalaman pendampingan Pusat Rehabilitasi YAKKUM. Pengembangan konseptual dan rekomendasi program didasarkan pada kajian Community Based Rehabilitation yang disusun oleh WHO. Buku panduan ini dimaksudkan untuk meningkatkan wawasan tentang RBM kepada para stakeholder di tingkat desa, sekaligus memberikan panduan dasar cara mengimplementasikannya di masyarakat.
Sudah bukan waktunya problem kesehatan jiwa dipandang sebagai aib yang terus disembunyikan, tetapi menjadi masalah kemanusiaan yang perlu segera ditangani karena situasinya darurat, himbauan para pemimpin agama yang hadir dalam Sarasehan Isu Kesehatan Jiwa bersama Tokoh Lintas Agama
Buku Cerdas Mendampingi ODDP
Buku Panduan Menuju ODDP Yang Berdaya dan Mandiri
Lonjakan kasus positif COVID-19 di Yogyakarta pada tahun 2021 mengakibatkan krisis tempat isolasi di berbagai rumah sakit dan fasilitas kesehatan bagi penderita COVID-19. Shelter-shelter yang dibangun sebagai tempat isolasi mandiri pun semakin penuh. Pemerintah dan berbagai pihak kemudian berupaya dengan bergotong royong mendirikan lebih banyak shelter yang mampu menampung penderita COVID-19.
Mulai tahun 2022, Pusat Rehabilitasi YAKKUM mengembangkan pendampingan bagi orang dengan disabilitas psikososial yang tinggal di balai rehabilitasi sosial melalui program Open the Gate. Program pendampingan ini disambut baik oleh berbagai pihak, di antaranya Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas selaku Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia dari DIY dan Dinas Sosial DIY.
Desa Inklusif dicanangkan oleh Kementrian Desa sejak tahun 2018 yang belum diimbangi dengan implementasi secara aktual atas peraturan tersebut ditingkat desa sebagai pemangku kepentingan utama.
YAKKUM
Blackdog Institute
HelpAge International
Inklusi Australia - Indonesia Partnership
Bijisesawi YAKKUM
Perkumpulan Kinesio Indonesia
All Saints Anglican Church
KONEKSI
Australian Volunteers International
Komisi Nasional Disabilitas
Bipolar Care Indonesia
Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia
ORYGEN
REMISI
BICARA
PPRBM Solo
SIGAB Indonesia
SEHATI SUKOHARJO
Yayasan Difabel Mandiri Indonesia
Worship Centre Christian Churches Worldwide
Cowater International
Center for Disaster Risk Management & Community Development Studies
Ikatan Ortotis Prostetis Indonesia
Gema Difabel Sulawesi Barat
Panti Karya Hephata
Lidi Foundation
Yayasan Harapan Sumba
Australian Aid
CBM Global Disability Inclusion
UNFPA
Act Alliance
ALTSO
Ford Foundation
Miracle Feet
Light For The World
Program Peduli
Rehabilim Trust
Kinder Not Hilfe
Perhimpunan Jiwa Sehat
The Asia Foundation
PAFID
See You Foundation
RMIT University
Citylife Sehat
Komnas Perempuan