Sebotol Kopi di Masa Pandemi

Rabu, 13 Mei 2020

#KarenaKopiKitaSetara adalah tagline yang awalnya dibuat untuk mengkampanyekan isu inklusi sosial melalui kopi, karena kopi mampu menyatukan berbagai kalangan, bahkan orang yang belum mengenal satu sama lain sebelumnya. Selain itu, industri kopi yang saat ini menggurita di berbagai daerah, salah satunya di Yogyakarta juga merupakan peluang untuk menghasilkan pendapatan bagi orang-orang yang selama ini dimarjinalkan.

 

Dengan adanya pandemi COVID-19 ini, gerakan #KarenaKopiKitaSetara berkembang menjadi lebih luas lagi, tidak hanya sekedar mempromosikan Cupable sebagai salah satu cafe inklusif di Indonesia, namun juga bagaimana kita bisa berusaha untuk mengurangi stigma serta memberikan dukungan bagi orang-orang yang bekerja untuk menangani pandemi ini.

“Terimakasih buat kesediaan merawat pasien, maafkan kami yang bandel dan sulit #DirumahSaja , semoga anda selalu diberikan kesehatan. Tuhan memberkati” ucap Regina, salah satu warganet yang mengirimkan pesan lewat media sosial kepada kami. Regina merupakan salah satu diantara lebih dari 400 orang yang mengirimkan pesan dukungan kepada tenaga medis yang berjuang menangani pasien COVID-19. Dalam kampanye ini, kami meminta warganet untuk mengirimkan pesan dukungan yang nantinya akan kami sampaikan kepada tenaga medis lewat sebotol kopi. Pesan tersebut kami tulis satu persatu di dalam botol kopi yang dibuat oleh teman-teman difabel di Cafe Cupable @cupablecoffee.

 

Sampai dengan saat ini, sudah sekitar 400 botol kopi dikirimkan ke 4 Rumah Sakit di Yogyakarta, ada RSUD Sardjito, RS Panti Rapih, RS Bethesda, serta RS Bethesda Lempuyangwangi. Lewat sebotol kopi, kami ingin berpartisipasi dalam pencegahan pandemi ini. Lewat sebotol kopi, kami ingin memberikan tambahan semangat dan motivasi.

 

“Saya sangat senang, ternyata diluar sana banyak orang yang mendukung kami dalam bekerja. Saya merasa ada yang memperhatikan sehingga menambah semangat kami dalam melayani” Ucap Palupi, salah satu perawat di RS Bethesda Lempuyangwangi yang kami wawancarai belakangan ini. Palupi adalah salah satu dari ribuan perawat di Indonesia yang harus tetap berjuang dan melayani selama pandemi terjadi, meskipun ia harus bekerja didalam keadaan was-was karena banyak pasien yang tidak jujur dan bandel, ia harus tetap bekerja demi keselamatan banyak warga Indonesia. Namun ia merasa sangat bahagia karena mengetahui banyak orang yang masih mau mengapresiasi pekerjaannya yang penuh resiko lewat berbagai macam dukungan yang diberikan masyarakat.