Kepala Desa Temon Wetan Ajak Warga Lebih Peduli Pada Disabilitas Psikososial

Jumat, 15 Mei 2020

Kepedulian Kepala Desa mengajak warganya untuk peduli dan bertanggung jawab sebagai caregiver bagi Orang Dengan Disabilitas Psikososial, merupakan contoh nyata praktik rehabilitasi sosial berbasis masyarakat. Desa Temon Wetan adalah salah satu desa dampingan Projek Ceplery di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, sejak tahun 2017. Tercatat, 12 Orang Dengan Disabilitas Psikososial yang didampingi dan 4 orang kader kesehatan jiwa.

Ibu Puji selaku Kepala Desa di Temon Wetan berinisiatif turun langsung memobilisasi warga agar memiliki kepedulian terhadap Orang Dengan Disabilitas Psikososial. Dengan komitmen yang kuat dari Kepala Desa Temon Wetan terhadap kesehatan jiwa di desanya, masyarakat melakukan iuran rutin yang digunakan untuk membeli kebutuhan makan warga dengan disabilitas psikososial yang tidak memiliki keluarga. Masyarakat desa juga berperan sebagai caregiver bagi Orang Dengan Disabilitas Psikososial dengan bergantian membersihkan rumahnya.

“Gangguan jiwa bukan hanya permasalahan individu dan keluarga, tapi ini permasalahan desa yang perlu disonggo bareng.” – Ibu Puji, Kepala Desa Temon Wetan

Di tahun 2017, kedatangan Pusat Rehabilitasi YAKKUM menambah semangat Desa Temon Wetan untuk lebih peduli terhadap Orang Dengan Disabilitas Psikososial. Ketika ada Orang Dengan Disabilitas Psikosial di desanya yang kambuh, Ibu Puji dan para warga ikut mendampingi sampai ke Rumah Sakit Jiwa.

Kegiatan Self Help Group dan Terapi Aktivitas Kelompok sudah terbentuk di Desa Temon Wetan. Kelompok tersebut menjadi wadah untuk mendukung Orang Dengan Disabilitas Psikososial menjadi lebih mandiri, meningkat penerimaan dirinya dan diterima masyarakat sekitarnya.

Semua bantuan yang diberikan oleh proyek membuatnya semakin semangat dalam mengembangkan sistem yang tepat di lapangan. Melalui keputusan desa tentang Desa Siaga Sehat Jiwa, pemangku kepentingan lintas sektor menyatakan untuk memberikan layanan yang sesuai bagi orang dengan disabilitas psikososial. Desa Temon Wetan sekarang dapat mengalokasikan anggaran desa terutama untuk rujukan darurat pada kondisi kambuh yang terjadi. Anggaran tersebut terutama digunakan untuk membayar transportasi ke rumah sakit jiwa.

Apa yang Ibu Puji lakukan selaku kepala desa merupakan pembelajaran baik yang patut dicontoh oleh desa-desa lain dalam kepeduliannya kepada Orang Dengan Disabilitas Psikososial. Sehingga masyarakat dapat lebih peduli dan memiliki tanggung jawab bersama terhadap Orang Dengan Disabilitas Psikososial disekitarnya.

“Mereka juga bagian dari keluarga besar Desa Temon Wetan”, ungkap Ibu Puji.