Menutup Perjalanan 2025, Tanpa Ragu Melangkah Lebarkan Layanan di Timor-Leste

Jumat, 02 Januari 2026

“Upaya dan inisiasi yang kami jalankan bersama dengan Bapak Ibu semua ini sangat sesuai dengan visi YAKKUM untuk memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat di berbagai pelosok untuk transformasi layanan kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kami berharap hal-hal yang kami miliki ini menjadi modalitas sederhana yang dapat digunakan Timor-Leste untuk mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi khususnya  yang terkait dengan kebutuhan rehabilitasi”. (Pdt. Simon Julianto, S.TH, M.SI – Ketua Pengurus YAKKUM)

Tidak meratanya layanan kesehatan sudah jadi realita yang terjadi di banyak negara, terutama di negara-negara miskin dan berkembang, salah satunya Timor-Leste Ketimpangan tersebut terjadi pada banyak negara karena kemiskinan, sulitnya akses pada layanan dan tidak tersedianya tenaga kesehatan yang mencukupi. Pada penghujung tahun 2025, kami mendapatkan kesempatan untuk dapat mengembangkan sayap, memperluas layanan bagi yang membutuhkan di Timor-Leste

Timor-Leste dipilih selain posisinya sebagai negara terdekat, juga merupakan negara yang menempati posisi ke 141 sebagai negara termiskin dari 191 negara di wilayah Asia Pasifik menurut United Nations Human Development Index tahun 2023. Proporsi pekerjaan terbesar adalah  pertukangan dan pertanian yang dilakukan secara manual dan sangat bergantung pada kondisi fisik untuk memastikan berjalannya penghidupan bagi keluarganya.

Cedera dan sakit pada otot bahkan kondisi disabilitas terjadi karena buruknya kondisi pada tulang, sendi, otot dan syaraf mereka. Disisi lain meskipun layanan kesehatan dapat diakses secara gratis, namun banyak penduduknya yang masih mengalami buruknya kondisi kesehatan karena jumlah layanan fisioterapi dan layanan kesehatan komplementer yang lain tidaklah cukup.

Untuk itu kami menjalankan program selama 3 tahun yang disambut baik dan di dukung penuh oleh pemerintah Timor Leste, yang dinyatakan oleh Menteri Solidaritas Sosial dan Inklusi Timor Leste dalam sambutannya dalam peluncuran program ini.

Program kolaboratif ini akan berfokus pada penguatan kapasitas bagi berbagai pemangku kepentingan pada sektor Sosial, Kesehatan dan Pendidikan. Kolaborasi dan kemitraan dengan berbagai pihak menjadi aspek kunci. Kemitraan dengan Centro Nacional de Reabilitação (CNR) akan berfokus pada peningkatan kapasitas pada aspek rehabilitasi holistik bagi penyandang disabilitas. Sedangkan pengembangan dan penyediaan kurikulum kiropraktik dan fisioterapi akan dilakukan melalui kolaborasi dengan Institute of Superior Cristal (ISC). Sambutan baik dan komitmen Kerjasama ini juga dinyatakan oleh Presiden Eksekutif dari Institute of Superior Cristal (ISC).

“Chiropractic dan fisioterapi memegang peranan vital dalam layanan Kesehatan modern. Oleh karenanya kami sangat senang menyaksikan dimulainya kerjasama antara YAKKUM, STEM College – RMIT University dan ISC di Timor-Leste tentunya dengan dukungan penuh pemerintah Timor-Leste”.

Penguatan masyarakat tentunya menjadi faktor terpenting yang tidak bisa ditinggalkan. Pelatihan kinesioterapi juga dilaksanakan untuk membawa terapi muskuloskeletal lebih dekat kepada kelompok rentan seperti para penyandang disabilitas, orang tua dan pasien dengan penyakit berisiko (pasien dengan nyeri muskuloskeletal) yang tinggal di daerah pedesaan, miskin dan jauh dari pusat kesehatan.

Pusat Rehabilitasi YAKKUM sebagai lembaga sosial yang bergerak pada isu kesehatan dan sosial selama 43 tahun bergerak, berkolaborasi bersama dengan pemerintah, lembaga – lembaga non pemerintah, akademisi dan organisasi penyandang disabilitas bekerja untuk mengecilkan ketimpangan yang ada. Besar harapan kami, 3 tahun mendatang kita akan bersama-sama melihat terwujudnya kapasitas Kesehatan di berbagai tingkatan masyarakat, akademisi dan pemerintah untuk mewujudkan layanan yang lebih baik. 

 

Ditulis oleh: Birgitta Anggre Hapsari

1 Januari 2026