Dengan dukungan tepat, Yusnita ubah hidupnya

Rabu, 02 Mei 2018

Yusnita pernah mengalami depresi yang membuat kondisinya berubah secara ekstrim. Depresi terkadang membuatnya hanya berdiam di rumah dan tidak melakukan apapun atau justru membuatnya melakukan hal-hal yang dapat membahayakan dirinya. Karena depresi yang ia alami tersebut, ia pernah menjalani opname selama beberapa kali, baik di rumah sakit umum maupun rumah sakit jiwa di Yogyakarta. Sekarang, Yusnita telah menjadi pribadi yang mandiri dan menekuni pekerjaannya sebagai penjaga toko kelontong, tak jauh dari rumahnya.

Sekitar tahun 2000, Yusnita merasa ia mengalami kecemasan dan mendengar suara-suara aneh (dikenal sebagai halusinasi pendengaran). Pemeriksaan medis menjunjukkan bahwa Yusnita mengalami depresi dan Yusnita diharuskan untuk opname. Selama opname, kondisi Yusnita membaik, namun pengobatannya selalu terhenti selepas opname.

Gangguan mental, termasuk depresi, merupakan masalah kesehatan. Maka dari itu, pengobatan yang tepat dan rutin sangat diperlukan oleh orang dengan gangguan mental (disebut juga orang dengan disabilitas psikososial). Pengobatan tersebut membantu untuk menjaga kestabilan mental bagi yang mengalaminya, sehingga pemulihan akan terhambat bila pengobatan terhenti.

Selain pengobatan, penerimaan dan dukungan dari keluarga serta masyarakat pun penting bagi pemulihan orang dengan disabilitas psikososial. Meskipun gangguan mental adalah masalah kesehatan, namun pemicu terjadinya kambuh dapat berasal dari lingkungan yang tidak menerima mereka karena masih ada stigma terhadap orang dengan disabilitas psikososial. Aktivitas produktif, seperti pekerjaan yang rutin, juga mendukung pemulihan gangguan jiwa. Selain karena mendapatkan akses pekerjaan adalah hak penyandang disabilitas (termasuk disabilitas psikososial), memiliki aktivitas produktif menjadi terapi untuk menghalau gejala-gejala kekambuhan yang muncul.

Setelah bertahun-tahun Yusnita mengalami putus obat, akhirnya Yusnita kembali melanjutkan pengobatannya di Puskesmas Godean 1. dimana Pusat Rehabilitasi YAKKUM yang memulai program rehabilitasi kesehatan jiwa berbasis masyarakat di tahun 2017. Program tersebut dijalankan untuk membantu orang dengan disabilitas psikososial untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan terintegrasi kembali ke dalam masyarakat. Dalam kurun 6 bulan kembali rutin mengkonsumsi obat, kondisi Yusnita berangsur stabil dan memampukannya unuk bekerja. “Saya senang ketika dikunjungi (oleh Pusat Rehabilitasi YAKKUM) karena selalu diingatkan untuk beraktivitas dan minum obat.” ungkapnya.

Kondisi Yusnita berangsur stabil, hingga ia memutuskan untuk mulai bekerja sebagai penjaga toko kelontong yang ia lakoni setiap Senin-Sabtu. Yusnita mengatakan, “Saya ingin membeli sesuatu dari hasil kerja sendiri dan menjadi mandiri.”  Pekerjaan ini membuat Yusnita selalu berinteraksi dengan para pembeli, termasuk tetangga-tetangga Yusnita. Masyarakat sekitar Yusnita juga sangat menerima Yusnita. Ia menggunakan gajinya untuk mencukupi kebutuhan pribadinya dan terkadang menyisihkan sebagian untuk ibunya.

Yusnita berniat untuk menjalani dahulu pekerjaannya ini dengan hati yang tenteram untuk menghalau kecemasannya bila muncul. “Semoga Yusnita tetap dapat stabil seperti ini dan dosis obatnya semakin lama semakin berkurang.” ungkap Maryani, ibunda Yusnita.

Cerita ini membuktikan bahwa penanganan yang tepat dapat mendukung pemulihan orang-orang dengan disabilitas psikososial, yang meliputi pengobatan rutin, dukungan keluarga dan penerimaan dari masyarakat.