Langkah Penuh Semangat Naufal Abiyan Basani

Naufal Abiyan Basani, seorang pelajar berusia 10 tahun pengguna prosthesis kaki palsu yang juga adalah atlet panahan termuda di National Paralympic Committee (NPC) Kabupaten Semarang, menghadarpi hari-hari dengan penuh semangat. Pada bulan April 2023, ia mengunjungi Pusat Rehabilitasi Yakkum untuk memperbaiki prosthesisnya, yang sangat penting dalam aktivitas sehari-hari dan latihan panahannya. Melalui program ALTSO, tim Prostesis dan Orthotis (PnO) mengganti komponen-komponen prosthesis miliknya, memastikan kenyamanan dan keamanannya untuk menggapai cita-citanya.

Selengkapnya

Build Self-Confidence Through Catfish Farming

"Don't be shy. I used to be like you. I am your friend", said Wahono to his friend who had just joined the Self Help Group (SHG) meeting. Immediately I as the Community Organizer (CO), one lady as Community Mental Health volunteer, and Wahono's brother as the caregiver looked at each other because we were surprised that Wahono was able to convey these words. Even though at the beginning of the assistance, around mid-2022, Wahono tended to be shy and did not want to interact much with other people.

Selengkapnya

Perjalanan Suprihatin: Bermasyarakat, Memiliki Keberanian, dan Perubahan

Suprihatin adalah seorang Ibu Rumah Tangga yang memiliki diagnosa sebagai penyandang Disabilitas Mental. Ia tinggal di Kalurahan Purwomartani. Selain sebagai istri, ia juga merupakan Ibu dari seorang putri tunggal dan memiliki usaha pembuatan kacang asin. Ketika didiagnosa mengalami Disabilitas Psikososial, awalnya jika ada pertemuan di Puskesmas yang diperuntukkan bagi Disabilitas Psikososial, Ia merasa enggan datang karena malu. Suprihatin merasa membutuhkan ruang untuk aktualisasi diri bersama dengan teman-teman yang didiagnosa mengalami gangguan kejiwaan.

Selengkapnya

Mendapatkan Kembali Kehidupan Penuh Makna dan Peluang bagi Pak Darmin

Sebagian banyak orang mengalami kondisi disabilitas sejak lahir dan bahkan sejak dalam kandungan. Namun, sebagian lainnya mengalami kondisi disabilitas setelah lahir dan bahkan di usia dewasa yang mungkin disebabkan oleh kecelakaan, infeksi, cedera dan faktor-faktor lainnya. Disabilitas dapat dialami oleh siapa pun dan kapan pun, seperti halnya Pak Darmin yang tidak menyangka bahwa ia akan kehilangan kedua tangannya di umur 42 akibat kecelakaan kerja.

Selengkapnya

Kerja Keras Irul Tidak Mengkhianati Hasil

Irul adalah seorang disabilitas Cerebral Palsy yang juga seorang peternak ayam. Irul memiliki kesulitan untuk memberi pakan dan minum ayam dikarenakan tidak mampu membawa pakan ternak kedalam kandang. Hal ini mengakibatkan ayam yang dipelihara Irul malnutrisi, mudah mati dan harga jualnya rendah.

Selengkapnya

Dana Desa untuk Difabel di Sumba Barat

Y.J. Dapamerang, Kepala Dinas PMD Sumba Barat, membicarakan tentang dana desa untuk difabel di Sumba Barat. Dari 80 milyar lebih APBDes di tahun 2019, 10% sudah teralokasi untuk disabilitas. Melalui musyawarah Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBD) untuk tahun 2020, 20 milyar dana telah dijamin untuk dialokasikan untuk disabilitas. Sebelum ada panduan evaluasi, prosentase anggaran untuk disabilitas masih sangat kecil.

Selengkapnya

Maria Sang Pejuang

Berpartisipasi dalam kegiatan AgriLab sungguh membawa perubahan yang besar dalam hidup saya. Melalui kegiatan tersebut saya dapat belajar untuk mengemukakan pendapat didepan banyak orang. Dengan mampu melakukan hal tersebut saya juga mampu untuk meningkatkan motivasi dan penerimaan diri. (Maria, 28 tahun - Mitra dampingan Pusat Rehabilitasi YAKKUM dari wilayah Sumba, Nusa Tenggara Timur)

Selengkapnya

Evi, Orang dengan Disabilitas Psikososial dengan Segudang Kegiatan Sosial

Siapa mengira orang dengan disabilitas tidak mampu berkegiatan sosial? Evi buktinya. Evi adalah seorang wanita yang tinggal bersama kakaknya di wilayah Godean. Dirinya menjadi dampingan Pusat Rehabilitasi YAKKUM melalui Program Kesehatan Jiwa berbasis Masyarakat sejak tahun 2017.

Selengkapnya

Suamiku, Pahlawanku

Aku Nita, seorang istri dengan penuh semangat mendidik anak dan mengurus pekerjaan rumah tangga. Saat ini aku hidup bersama suami dan anak sematawangku di Desa Sidomoyo. Trauma terhadap kecelakaan membuatku menjadi disabilitas psikososial. Kehidupanku dulu tidak sebaik sekarang. Namun berkat suamiku, aku dapat kembali pulih.

Selengkapnya

Kepala Desa Temon Wetan Ajak Warga Lebih Peduli Pada Disabilitas Psikososial

Kepedulian Kepala Desa mengajak warganya untuk peduli dan bertanggung jawab sebagai caregiver bagi Orang Dengan Disabilitas Psikososial, merupakan contoh nyata praktik rehabilitasi sosial berbasis masyarakat. Desa Temon Wetan adalah salah satu desa dampingan Projek Ceplery di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, sejak tahun 2017. Tercatat, 12 Orang Dengan Disabilitas Psikososial yang didampingi dan 4 orang kader kesehatan jiwa.

Selengkapnya

Mitra Kami