Pandemi Bukanlah Halangan untuk Belajar

Sejak COVID-19 ditetapkan sebagai pandemi pada awal bulan Maret 2020, Hopi merupakan salah satu anak yang harus melakukan kegiatan belajar di rumah mengingat anak dengan Cerebral Palsy merupakan salah satu kelompok yang paling riskan terpapar. Namun demikian ada banyak hal yang tergali dan terbentuk pada masa belajar dirumah ini. Salah satunya adalah meningkatnya peran aktif orang tua dalam mendampingi belajar anak.

Selengkapnya

Sebotol Kopi di Masa Pandemi

-Terimakasih buat kesediaan merawat pasien, maafkan kami yang bandel dan sulit #DirumahSaja , semoga anda selalu diberikan kesehatan. Tuhan memberkati- ucap Regina, salah satu warganet yang mengirimkan pesan lewat media sosial kepada kami. Regina merupakan salah satu diantara lebih dari 400 orang yang mengirimkan pesan dukungan kepada tenaga medis yang berjuang menangani pasien COVID-19. Dalam kampanye ini, kami meminta warganet untuk mengirimkan pesan dukungan yang nantinya akan kami sampaikan kepada tenaga medis lewat sebotol kopi. Pesan tersebut kami tulis satu persatu di dalam botol kopi yang dibuat oleh teman-teman difabel di Cafe Cupable @cupablecoffee.

Selengkapnya

Evi, Orang dengan Disabilitas Psikososial dengan Segudang Kegiatan Sosial

Siapa mengira orang dengan disabilitas tidak mampu berkegiatan sosial? Evi buktinya. Evi adalah seorang wanita yang tinggal bersama kakaknya di wilayah Godean. Dirinya menjadi dampingan Pusat Rehabilitasi YAKKUM melalui Program Kesehatan Jiwa berbasis Masyarakat sejak tahun 2017.

Selengkapnya

Suamiku, Pahlawanku

Aku Nita, seorang istri dengan penuh semangat mendidik anak dan mengurus pekerjaan rumah tangga. Saat ini aku hidup bersama suami dan anak sematawangku di Desa Sidomoyo. Trauma terhadap kecelakaan membuatku menjadi disabilitas psikososial. Kehidupanku dulu tidak sebaik sekarang. Namun berkat suamiku, aku dapat kembali pulih.

Selengkapnya

Kepala Desa Temon Wetan Ajak Warga Lebih Peduli Pada Disabilitas Psikososial

Kepedulian Kepala Desa mengajak warganya untuk peduli dan bertanggung jawab sebagai caregiver bagi Orang Dengan Disabilitas Psikososial, merupakan contoh nyata praktik rehabilitasi sosial berbasis masyarakat. Desa Temon Wetan adalah salah satu desa dampingan Projek Ceplery di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, sejak tahun 2017. Tercatat, 12 Orang Dengan Disabilitas Psikososial yang didampingi dan 4 orang kader kesehatan jiwa.

Selengkapnya

Peran Pusat Rehabilitasi YAKKUM dalam Program Kesehatan Jiwa Berbasis Masyarakat

Pusat Rehabilitasi YAKKUM (PRY) adalah lembaga non-pemerintah yang didirikan pada tanggal 16 November 1982. Visi lembaga kami adalah orang dengan disabilitas terpenuhi hak-hak dasarnya secara holistik dalam masyarakat yang inklusif melalui layanan yang berkualitas, terjangkau dan terintegrasi dalam kerangka SDGs oleh PRY yang mandiri dan bertumbuh. Sejak awal didirikannya, fokus pelayanan kami masih pada penyandang disabilitas fisik dengan menggunakan dua pendekatan guna memastikan terwujudkan visi lembaga bagi pemenuhan hak orang dengan disabilitas yaitu Rehabilitasi Berbasis Institusi dan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat.

Selengkapnya

Kelurahan Siaga Sehat Jiwa

6 Maret 2020 Pusat Rehabilitasi YAKKUM bersama dengan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Bappeda, dan Dinas Sosial bersama-sama berdiskusi untuk penyusunan Buku Panduan Kelurahan Siaga Sehat Jiwa yang nantinya akan digunakan bagi Pemerintah, Kader, dan pemangku kebijakan lain untuk bisa mendampingi dan memfasilitasi dan mendampingi Orang Dengan Disabilitas Psikososial di Kota Yogyakarta.

Selengkapnya

Program Perlindungan Sosial bagi Difabel di Indonesia: Charity atau berdasarkan HAM [Sebuah perbandingan dari Program Perlindungan Sosial di Australia]

Mendengar kata asuransi, pikiran saya langsung terhubung dengan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan), KIS (Kartu Indonesia Sehat), PBI (Peserta Bantuan Iur) serta sederetan nama-nama perusahaan yang menyediakan jasa asuransi swasta di Indonesia.

Selengkapnya

Taman Curhat : Tempat Berbagi Cerita dan Bercengkerama

Tahukah kamu, data WHO menunjukkan bahwa 1 dari 4 orang berpotensi mengalami gangguan jiwa dan setiap 40 detik diluar sana ada orang melakukan upaya bunuh diri. Mulailah untuk menyuarakan beban pikiranmu dengan orang terdekat dan mendengarkan mereka yang berkeluh kesah padamu. Untuk itulah kami menyuarakan gerakan untuk berani membagi bebanmu kepada orang lain sebagai salah satu upaya pengurangan angka bunuh diri. Di Kulon Progo, kami membuat Taman Curhat sebagai sarana mengkampanyekan pentingnya berbagi keluh kesah, dan masalah.

Selengkapnya

Cerita Marni yang Kini Mandiri

Kini, saya dijadikan kader kesehatan oleh Puskesmas Awaru sebagai penyuluh PHBS di Sekolah Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah. - tidak menyangka saya juga bisa memberikan penyuluhan, ikut andil seperti petugas atau perawat-. Juga telah menjadi delegasi desa pada musrenbang kecamatan sekaligus menjadi Tim Perumus RKP Desa Mallari.

Selengkapnya

Mitra Kami