Kelurahan Siaga Sehat Jiwa

Senin, 09 Maret 2020

Kesehatan Jiwa merupakan isu yang marak digaungkan dewasa ini. Data Riset kesehatan dasar tahun 2018 menyatakan bahwa prevalensi gangguan jiwa di Provinsi DIY adalah 10 per 1000 orang, yang mana jumlah tersebut bukanlah jumlah yang kecil. Orang Dengan Gangguan Jiwa, atau yang saat ini mulai disebut dengan Orang Dengan Disabilitas Psikososial merupakan salah satu kelompok marginal yang sering mendapat stigma dan mendapat perilaku yang tidak toleran. Bahkan beberapa tahun lalu, mungkin masih ditemui beberapa yang dipasung.

 

Kolaborasi Adalah Kunci

Pusat Rehabilitasi YAKKUM bekerja bersama Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta sejak 2017 untuk bersama-sama memberikan layanan yang lebih aksesibel bagi Orang Dengan Disabilitas Psikososial. Hal tersebut ditindak lanjuti dengan baik oleh Pemerintah Kota Yogyakarta dengan adanya penerbitan Rencana Aksi Daerah Upaya Kesehatan Jiwa dan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif tahun 2018-2022.

 

Lewat RAD tersebut, Pusat Rehabilitasi YAKKUM membuat percontohan dengan mendampingi 5 Kelurahan di Kota Yogyakarta untuk menjadi Kelurahan Siaga Sehat Jiwa. Setelah pendampingan-pendampingan yang dilakukan, kami merasa bahwa penting bagi setiap kelurahan di Kota Yogyakarta untuk menjadi Kelurahan Siaga Sehat Jiwa agar mampu untuk memberikan layanan yang aksesibel bagi Orang dengan Disabilitas Psikososial. Termasuk bagaimana program-program pemerintah bisa menyentuh mereka yang saat ini masih dimarjinalkan, masih mendapat stigma yang tinggi dari masyarakat.

 

Buku Panduan Kelurahan Siaga Sehat Jiwa

Oleh karena itu, pada 6 Maret 2020 Pusat Rehabilitasi YAKKUM bersama dengan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Bappeda, dan Dinas Sosial bersama-sama berdiskusi untuk penyusunan Buku Panduan Kelurahan Siaga Sehat Jiwa yang nantinya akan digunakan bagi Pemerintah, Kader, dan pemangku kebijakan lain untuk bisa mendampingi dan memfasilitasi dan mendampingi Orang Dengan Disabilitas Psikososial di Kota Yogyakarta.

 

Buku ini nantinya akan berisi banyak hal, mulai dari pengenalan apa itu Orang Dengan Disabilitas Psikososial, menemukenali Orang Dengan Disabilitas Psikososial, dan juga Merancang kegiatan bagi Orang Dengan Disabilitas Psikososial (bisa promotif dan preventif). Selain itu, buku ini juga berisi mengenai Organisasi Kelurahan Siaga Sehat Jiwa, serta strategi-strategi untuk membangun kesadaran masyarakat dalam membangun Kelurahan Siaga Sehat Jiwa. Penting bagi masyarakat untuk bisa menerima kehadiran Orang Dengan Disabilitas Psikososial, karena hal itu akan sangat berpengaruh pada kondisi kejiwaan mereka.

 

Kami berharap dengan adanya Kelurahan Siaga Sehat Jiwa, #JogjaToleran dapat terwujud dan tidak ada yang ditinggalkan.